Dipicu Saluran Irigasi Tak Berfungsi

Desa Rempung Diterjang Banjir

BANJIR: Genangan banjir yang melanda Desa Rempung, Selasa kemarin, menyebabkan sejumlah rumah warga tergenang air (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Hujan lebat yang terjadi di Lombok Timur (Lotim), menyebabkan banjir yang cukup besar menerjang Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Selasa kemarin (10/1). Sejumlah RT yang ada di Desa Rempung digenangi air hujan. Salah satu yang paling terdampak, adalah gang di RW Sinar Harapan. Ketinggian air beragam, mulai dari atas lutut sampai pinggang orang dewasa.

Bahkan akibat curah hujan yang kian lebat pada sore hari, membuat aliran air saluran irigasi meluap ke jalan, dan meluber ke rumah-rumah warga. Tak butuh lama, debit air semakin naik. Warga sekitar pun langsung panik, melihat air menggenangi jalan raya dan halaman rumahnya. Tak lama kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung mengerahkan petugas ke lokasi untuk membantu warga.

Banjir ini terjadi disebabkan karena saluran irigasi yang ada tidak berfungsi dengan normal. Volume air yang semakin besar, tidak bisa mengalir lancar akibat tersendat oleh tumpukan sampah. Disisi lain, ukuran irigasi tidak terlalu lebar, sehingga air hujan begitu cepat meluap ke rumah warga. “RW Sinar Harapan yang tergerus banjir akibat hujan,” ungkap Kabag Humas Pemkab Lotim, Ahmad Subhan, yang sempat turun langsung meninjau lokasi.

Dipastikan, banjir ini disebabkan karena saluran irigasi yang tertutup oleh sampah yang telah dibuang sembarangan oleh warga. Selain itu, kondisi irigasi juga terjadi pendangkalan, sehingga tidak mampu menampun air hujan yang debitnya semakin besar. “Air di parit tertutup sampah, dan terjadi pendangkalan,” tegasnya.

Dilokasi lanjutnya, petugas BPBD langsung melakukan penanganan. Dengan dibantu warga, petugas BPBD mengurai dan mengangkat tumpukan sampah yang menutup saluran irigasi. Agar hal ini tidak terulang, memang sangat diperlukan untuk dilakukan pelebaran dan menggali saluran irigasi agar lebih dalam, sehingga air hujan bisa dengan leluasa mengalir.

“Selain itu masyarakat juga harus sadar, supaya jangan buang sampah sembarangan. Terutama supaya tidak lagi membuang sampah jenis apa pun ke dalam saluran irigasi. Apalagi sekarang musim penghujan masih tinggi,” harapnya.

Setelah tumpukan sampah di saluran irigasi berhasil dibersihkan, genangan banjir yang sempat cukup lama menggenangi pemukiman warga perlahan semakin surut. Masyarakat yang tergenag rumahnya, sektika langsung membersihkan sisa-sisa lumpur yang naik sampai keteras rumahnya. “Air Banjir sudah di urai oleh BPBD. Genangan air dirumah warga sudah mulai surut,” tandas Subhan.

Sementara itu, Kepala BPBD Lotim, H. Napsi ketika dikonfirmasi terkait masalah ini melalui telepon, belum bisa dihubungi, karena nomornya tidak aktif. (lie)

Berikan Komentar Anda:

Komentar