Mengenal Haykal Wakil NTB Lomba Bercerita Tingkat Nasional

Tidak Minder, Kuncinya Tidak Boleh Takut

Muhammad Haykal Faturrahman akan mewakili Provinsi NTB di ajang Lomba Cerita Tingkat Nasional yang akan berlangsung 16 Agustus 2016 mendatang. Murid Kelas IV SDN Inpres Leu Kabupaten Bima tersebut merupakan peraih peringkat pertama pada Lomba bercerita Daerah Tingkat Provinsi, yang diselenggarakan Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB.

 


Azwar Zamhuri—Mataram


 

Awalnya, Haykal mengikuti seleksi tingkat kecamatan. Kemudian, murid  11 tahun tersebut berhasil menyisihkan ratusan murid  di tingkat kabupaten dan berhak mewakili Kabupaten Bima di tingkat provinsi. Di tingkat provinsi, Haykal menduduki peringkat pertama di ajang tersebut setelah bersaing ketat dengan Halimatus Sa’diah, murid SDN 05 Kota Bima, pada peringkat kedua. Sedangkan di peringkat ketiga ditempati murid SDK Tunas Daud Kota Mataram, Paulina Devina Wijaya. Datang dari  sekolah yang tergolong berada di pinggiran tak lantas membuat Haykal patah semangat ataupun minder dengan murid  yang berasal dari sekolah yang ada di perkotaan bahkan favorit.

 Menurut Haykal, keberhasilan dirinya menjadi yang terbaik karena keberanian. Bercerita membutuhkan keberanian di depan publik dan bisa menguasai kondisi. “Kuncinya, kita tidak boleh takut, harus berani tampil di depan siapa saja,” ungkap Haykal di depan Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin pada acara Peluncuran dan Pencanangan Gerakan Cinta Membaca, Pembangunan Arsip Gubernur dan Program Arsip Diigital di Tangan yang dilaksanakan di Kantor Badan Perpusatakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB, Senin (30/5).

 Bakat bercerita Haykal sudah terlihat sejak kecil.  Bakatnya ini lalu diasah di sekolah oleh guru-guru pembinanya. Ini juga tidak terlepas dari kebiasaannya mendengar orangtuanya bercerita tentang sejarah maupun dongeng nenek moyang. Haykal gemar membaca terutama buku-buku cerita dan sejarah. 

  Guru Pembina Haykal, Siti Aisyah meminta do’a dan dukungan semua pihak untuk keberhasilan anak didiknya pada saat berlaga di tingkat nasional. “Anakda Haykal akan mewakili NTB. Jadi, kalau ada kerja sama yang baik, Insya Allah saya yakin akan berhasil. Semoga ada perhatian khusus dari pemerintah daerah kita,” ucapnya.

Selain itu, Aisyah juga menyampaikan tips sehingga anak didiknya dapat bersaing dengan murid lain, baik di level kabupaten, provinsi maupun nanti di level nasional. “Tumbuhkan rasa keberaniannya. Lalu, tampilkan sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang. Dan yang lebih penting, tidak sombong saat mencapai prestasi terbaik,” jelasnya saat itu.

  , Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin memberikan motivasi kepada bocah hebat tersebut. Orang nomor dua di NTB itu berharap banyak lagi lahir Haykal-Haykal baru di NTB. Anak berprestasi tidak hanya akan membanggakan keluarga tetapi juga semua orang. “Haykal pasti gemar membaca, makanya penting membaca itu,” kata Wagub.

Dikatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini menuntut terciptanya masyarakat yang gemar membaca. Masyarakat yang memperoleh pengetahuan dan wawasan baru akan semakin membuat kehidupannya cerdas. Sehingga, apapun tantangan zaman ke depan, mereka mampu menjawabnya.

Saat itu juga, Wagub berpesan kepada seluruh masyarakat, terutama siswa untuk terus meningkatkan kualitas diri. Hal itu menurutnya dapat dilakukan dengan banyak membaca.

Sementara itu, Plt Kepala Perpustakaan Nasional, Dedy Junaedy menyampaikan gerakan gemar membaca sudah dicanangkan di tujuh provinsi di Indonesia. NTB merupakan provinsi ketujuh yang mencanangkan gerakan tersebut. “Di NTB ini agak unik Pak Wagub. Kalau di tempat lain menggunakan Gerakan Budaya Membaca, tapi di sini pakai Gerakan Cinta Membaca. Berarti itu melekat dari anak yang kecil, sampai remaja, dewasa dan orang tua. Kalau sudah cinta, Insya Allah kita akan terus membaca,” ungkapnya di hadapan ratusan siswa dan guru yang hadir di acara tersebut.

Namun demikian, Dedy Junaedi berharap gerakan cinta membaca menjadi contoh teladan bagi orang tua dan masyarakat dalam menumbuhkembangkan cinta membaca. Sehingga, dengan tumbuhkembangnya cinta membaca, masyarakat tidak ketinggalan dan siap menghadapi masyarakat ekonomi eropa. (*)

Berikan Komentar Anda:

Komentar